Gunung Gede Pangrango.
Aku selalu rindu dengan tempat itu,meskipun susah mencapainya
tapi entah kenapa selalu ada keinginan besar untuk pergi kesana lagi.
Aku merindukan semuanya merindukan tanah yang becek saat hujan
turun,dinginnya kabut,segarnya air,hangatnya mentari,indahnya awan,bau khas
blerang ketika dipuncak,dan tentu si bunga abadi di surken.
Karena kerinduan itu aku kembali mendaki beberapa waktu
lalu,ku temukan semuanya kembali kuteukan hujan turun tapi tak sedras tahu
lalu,ku rasakan dinginnya kabut melebihi dingin tahun lalu,sangat dingin disini
apa lagi tanpa mu,ku dapatkan segarnya air meski ku minum sendiri karna tak ada
kamu tempat ku berbagi dulu,ku rasakan hangatnnya mentari tapi hanya sekejap
mungkin ia terlalu malas untuk muncul karena tak melihatmu berada disisiku,ku
lihat awan namun tak seindah saat tahun lalu,ku cium bau belerang sampai aku
sesak dan tak ada kamu yang menguatkan ku seperti tahun lalu,dan kulihat bunga
abadi itu dan dia masih sama masih belum memekarkan bunganya.
Lalu aku turun aku tidak terjatuh seperti tahun lalu,aku turun
dengan berlari bahkan aku adalah peserta pertama yang sampai. Kamu tahu apa
yang kupikirkan saat berlari “Tukang bakso” lucu bukan,tapi bukan si mamang
penjual bakso yang menjadi penyemangatku tapi baksonya. Ya aku ingin merasakan
bakso itu lagi apakah rasanya masih sama atau sudah berubah.
“Pak,baksonya satu!”setelah sampai langsung ku pesan. Setelah
pesanan itu jadi aku langsung melahapnya kudapatkan rasa yang sama tapi entah
mengapa ada yang berbeda.Kulihat sebelahku dan itu bukan kamu hanya seorang
kakak tingkat sekaligus leader ku saat mendaki “makannya lemes banget
ke.”begitu katanya. Oh iya aku lupa bakso ini kekurangan sesuatu yaitu
penyuapnya dan dia adalah kamu.
Aku baru ingat mengapa aku mendaki kemarin,aku tidak boleh
mendaki sebenarnya tapi kau ajarkan aku meminta izin dengan baik sehingga mama
mengabulkan permohonanku. Lalu kita mendaki bersama yang lain,karena kamu team
advance kamu tidak bisa selalu berada disampingku tapi sebisa mungkin kusamai
langkahku dengan mu,saat kita bersama kita malah terlalu lama berhenti
beristirahat lalu kita buka isi daypack ku lalu kamu tertawa “kamu mau piknik?”
bagaimana tidak makanan yang aku bawa memang terlampau banyak untuk seorang
yang sedang mendaki karena itu yang pertamakalinya aku mendaki aku takut
kelaparan karna aku manusia kurus (dulu) yang selalu lapar. Setelah istirahat
kita lanjut berjalan saat perjalanan kau tidak terlihat lelah kau selalu
tersenyum sambil bernyanyi meskipun suaramu itu sebenarnya sangat tidak enak
tapi entah kenapa aku selalu suka saat itu.
Lalu saatnya kita istirahat cukup lama di kandang badak,aku
tertidur sebentar lalu makan dan lalu kebersamaan kita dipisahkan karna tugas
mu sebagai team advance yang mengharuskan dirimu sampai surken terlebih dahulu
maka kamu harus berangkat lebih dulu dengan team advance yang lainnya.
Setelah itu aku mendaki bersama temanku lelah yang kurasa
semakin mendera sampai pada akhirnya aku meminta istirahat dan terduduk dan
datanglah seorang pendki yang mengahmapiri ku dan dia memberikan secangkir teh
hangat dan kuterima teh itu dengan penuh terimakasih,ini yang ku suka dari par
pendaki mereka semua baik selalu saling menyapa saat perjalannan dan mereka
semua saling menolong di saat susah.
Keinginan ku mencapai puncak kembali muncul lalu akhirnya aku
sampai didepan tanjakan setan,climbing adalah kesukaan ku,ku daki tanjakan itu
dan sampai lah diatas lalu aku beristirahat sebentar saat istirahat ku dengar
seseorang kakak tingkat membicarakanmu dari pembicaraan yang kudengar dia
menyukaimu karna tidak mau sampai keduluannan mereka untuk menemuimu akhirnya
semangatku membuncah,aku kembali semangat dan dengan cepat kucapai puncak itu
dan aku sampai pada sore itu untuk pertama kalinya ku rasakan berdiri di atas
awan meski tanpa mu tapi rasanya sangat membahagiakan,ku syukuri ciptaan tuhan
ini,tidak pula lupa ku abadikan keindahan ini.
Setelah puas dipuncak aku pun turun menuju surken dan disana
aku bertemu lagi dengan mu lalu kita beristirahat dan mempersiapkan hari
esok.Paginya ketika embun menyapa kita berjalan melihat keabadian bunga abadi
itu ya dia edelwise.
Lalu kita turun,kita pulang dan hujan mulai turun jalanan
becek tanah merah menempel lengket disepatu lalu bergesekan dengan kayu menyebabkan
aku berkali kali terjatuh dan sampai akhirnya di bawah.
Dan yah kita makan bakso itu sambil menunggu yang
lainnya,masih ingat saat kamu menawarkanku untuk menyuapiku bakso saat itu
ramai lalu aku menolaknnya tapi kamu tetap berusaha. Lalu kita pulang ditruk
yang membawa kita pulang kita duduk cukup dekat lalu kusandarkan kelelahan ku dan
dikala ada seseorang “itu” disampingku kamu semakin mendekat kepadaku tak kau
biarkan dia untuk menyentuhku sedikitpun. Lalu kita pulang dan kau berikan
kenangan itu.
Tapi seperti yang kubilang tadi semua itu hanya kenangan yang
kau berikan hanya sebuah kenangan yang tidak mungkin lagi terulang bagaimana
mungkin terulang bahkan “KITA” pun sudah tak ada kini bukan lagi “KITA” tapi
sudah menjadi saya dan anda.
Pendakianku tahun ini membangunkanku ternyata bukan gunungnya
saja yang kurindukan tapi kebersamaan denganmu yang membuatku semakin merindu.
ini foto pas main game dan kelompok aku menang :D
Surken <3
dimana pun dan kapan pun selalu jatuh sepertinya jatuh itu hobby
tapi tetep berhasil eksis dengan baju Dignity dan latar belakang edelwise dong
dan ini anggota kafiler yang berhasil muncak
berhubung vinny bentar lagi nambah tua jadi deh foto begini
semua makanan jadi dingin karna udara dingin tapi kembali hangat
karna makanya bareng team hebat seperti kalian
dan ini ucapan buat dibeng dari anak kosan dan kakak tingkat yang selalu eksis
dan ini foto yang menunjukan aku masih bisa tersenyum meski tanpa kamu
Gede tetap menyenangkan meski ada sesuatu yang kurang


0 komentar:
Posting Komentar