ALICE

ALICE
ardila's little secret

Sabtu, 21 Juni 2014

Mendaki dengan cinta dan asa



Gunung Gede Pangrango.
Aku selalu rindu dengan tempat itu,meskipun susah mencapainya tapi entah kenapa selalu ada keinginan besar untuk pergi kesana lagi.
Aku merindukan semuanya merindukan tanah yang becek saat hujan turun,dinginnya kabut,segarnya air,hangatnya mentari,indahnya awan,bau khas blerang ketika dipuncak,dan tentu si bunga abadi di surken.
Karena kerinduan itu aku kembali mendaki beberapa waktu lalu,ku temukan semuanya kembali kuteukan hujan turun tapi tak sedras tahu lalu,ku rasakan dinginnya kabut melebihi dingin tahun lalu,sangat dingin disini apa lagi tanpa mu,ku dapatkan segarnya air meski ku minum sendiri karna tak ada kamu tempat ku berbagi dulu,ku rasakan hangatnnya mentari tapi hanya sekejap mungkin ia terlalu malas untuk muncul karena tak melihatmu berada disisiku,ku lihat awan namun tak seindah saat tahun lalu,ku cium bau belerang sampai aku sesak dan tak ada kamu yang menguatkan ku seperti tahun lalu,dan kulihat bunga abadi itu dan dia masih sama masih belum memekarkan bunganya.
Lalu aku turun aku tidak terjatuh seperti tahun lalu,aku turun dengan berlari bahkan aku adalah peserta pertama yang sampai. Kamu tahu apa yang kupikirkan saat berlari “Tukang bakso” lucu bukan,tapi bukan si mamang penjual bakso yang menjadi penyemangatku tapi baksonya. Ya aku ingin merasakan bakso itu lagi apakah rasanya masih sama atau sudah berubah.
“Pak,baksonya satu!”setelah sampai langsung ku pesan. Setelah pesanan itu jadi aku langsung melahapnya kudapatkan rasa yang sama tapi entah mengapa ada yang berbeda.Kulihat sebelahku dan itu bukan kamu hanya seorang kakak tingkat sekaligus leader ku saat mendaki “makannya lemes banget ke.”begitu katanya. Oh iya aku lupa bakso ini kekurangan sesuatu yaitu penyuapnya dan dia adalah kamu.
Aku baru ingat mengapa aku mendaki kemarin,aku tidak boleh mendaki sebenarnya tapi kau ajarkan aku meminta izin dengan baik sehingga mama mengabulkan permohonanku. Lalu kita mendaki bersama yang lain,karena kamu team advance kamu tidak bisa selalu berada disampingku tapi sebisa mungkin kusamai langkahku dengan mu,saat kita bersama kita malah terlalu lama berhenti beristirahat lalu kita buka isi daypack ku lalu kamu tertawa “kamu mau piknik?” bagaimana tidak makanan yang aku bawa memang terlampau banyak untuk seorang yang sedang mendaki karena itu yang pertamakalinya aku mendaki aku takut kelaparan karna aku manusia kurus (dulu) yang selalu lapar. Setelah istirahat kita lanjut berjalan saat perjalanan kau tidak terlihat lelah kau selalu tersenyum sambil bernyanyi meskipun suaramu itu sebenarnya sangat tidak enak tapi entah kenapa aku selalu suka saat itu.
Lalu saatnya kita istirahat cukup lama di kandang badak,aku tertidur sebentar lalu makan dan lalu kebersamaan kita dipisahkan karna tugas mu sebagai team advance yang mengharuskan dirimu sampai surken terlebih dahulu maka kamu harus berangkat lebih dulu dengan team advance yang lainnya.
Setelah itu aku mendaki bersama temanku lelah yang kurasa semakin mendera sampai pada akhirnya aku meminta istirahat dan terduduk dan datanglah seorang pendki yang mengahmapiri ku dan dia memberikan secangkir teh hangat dan kuterima teh itu dengan penuh terimakasih,ini yang ku suka dari par pendaki mereka semua baik selalu saling menyapa saat perjalannan dan mereka semua saling menolong di saat susah.
Keinginan ku mencapai puncak kembali muncul lalu akhirnya aku sampai didepan tanjakan setan,climbing adalah kesukaan ku,ku daki tanjakan itu dan sampai lah diatas lalu aku beristirahat sebentar saat istirahat ku dengar seseorang kakak tingkat membicarakanmu dari pembicaraan yang kudengar dia menyukaimu karna tidak mau sampai keduluannan mereka untuk menemuimu akhirnya semangatku membuncah,aku kembali semangat dan dengan cepat kucapai puncak itu dan aku sampai pada sore itu untuk pertama kalinya ku rasakan berdiri di atas awan meski tanpa mu tapi rasanya sangat membahagiakan,ku syukuri ciptaan tuhan ini,tidak pula lupa ku abadikan keindahan ini.
Setelah puas dipuncak aku pun turun menuju surken dan disana aku bertemu lagi dengan mu lalu kita beristirahat dan mempersiapkan hari esok.Paginya ketika embun menyapa kita berjalan melihat keabadian bunga abadi itu ya dia edelwise.
Lalu kita turun,kita pulang dan hujan mulai turun jalanan becek tanah merah menempel lengket disepatu lalu bergesekan dengan kayu menyebabkan aku berkali kali terjatuh dan sampai akhirnya di bawah.
Dan yah kita makan bakso itu sambil menunggu yang lainnya,masih ingat saat kamu menawarkanku untuk menyuapiku bakso saat itu ramai lalu aku menolaknnya tapi kamu tetap berusaha. Lalu kita pulang ditruk yang membawa kita pulang kita duduk cukup dekat lalu kusandarkan kelelahan ku dan dikala ada seseorang “itu” disampingku kamu semakin mendekat kepadaku tak kau biarkan dia untuk menyentuhku sedikitpun. Lalu kita pulang dan kau berikan kenangan itu.
Tapi seperti yang kubilang tadi semua itu hanya kenangan yang kau berikan hanya sebuah kenangan yang tidak mungkin lagi terulang bagaimana mungkin terulang bahkan “KITA” pun sudah tak ada kini bukan lagi “KITA” tapi sudah menjadi saya dan anda.
Pendakianku tahun ini membangunkanku ternyata bukan gunungnya saja yang kurindukan tapi kebersamaan denganmu yang membuatku semakin merindu.



ini foto pas main game dan kelompok aku menang :D

 
 Surken <3

 dimana pun dan kapan pun selalu jatuh sepertinya jatuh itu hobby

 tapi tetep berhasil eksis dengan baju Dignity dan latar belakang edelwise dong
 dan ini anggota kafiler yang berhasil muncak
 berhubung vinny bentar lagi nambah tua jadi deh foto begini
 semua makanan jadi dingin karna udara dingin tapi kembali hangat
 karna makanya bareng team hebat seperti kalian
 dan ini ucapan buat dibeng dari anak kosan dan kakak tingkat yang selalu eksis
dan ini foto yang menunjukan aku masih bisa tersenyum meski tanpa kamu
 Gede tetap menyenangkan meski ada sesuatu yang kurang

0 komentar:

Posting Komentar